Senin, 04 September 2017

eksis or sok eksis, sosialita or soksialita

Belajar dari kasus pembunuhan karyawan BNN di Lido, selayaknyalah kita harus introspeksi diri. Benar-benar bertanya dan menjawab dengan jujur pada diri kita sendiri.
Ya….Saat kebutuhan untuk eksis makin meradang
Silakan introspeksi diri

Mampukah anda mengikuti gaya hidup sosialita?
Wanita yang awalnya hidup dengan sederhana, apa adanya, cantik alami, bersahaja , namun karena tekanan untuk eksis, lama kelamaan benteng pertahanannya pun akan jebol
Sedikit demi sedikit ia akan mulai gemar berdandan (bagus kan)
Sedikit demi sedikit ia akan mulai gemar mengkoleksi pakaian-pakaian branded dengan alasan agar mudah mix and match dan terlihat serasi
Sedikit demi sedikit ia akan mulai gemar berbelanja tas dan memajangnya di satu lemari khusus
Sedikit demi sedikit ia akan mulai menginginkan memiliki mobil mewah seperti rekan-rekan sosialitanya
Sedikit demi sedikit ia akan merengek pada suami untuk pindah ke area pemukiman yang lebih elit
Namun…..
Sadarkah anda?
Kadangkala keinginan untuk memiliki hal-hal yang sedikit sedikit itu justru sedang mengikis sedikit demi sedikit waktu anda untuk bercengkerama dengan anak, suami, dan keluarga besar
Keinginan yang sedikit demi sedikit itu justru sedang mengikis pertahanan suami mencari nafkah yang halal demi memenuhi rengekanmu
Keinginan yang sedikit demi sedikit itu justru sedang mengikis rasa kepercayaan diri anak akibat jauh dari ibunya yang semakin hari semakin sibuk dengan pertemuan ini itu
Keinginan yang sedikit demi sedikit itu justru mengikis kesantunanmu pada pasangan, anak-anakmu, keluargamu bahkan mungkin lingkungan tempat tinggalmu. Keinginan untuk selalu eksis itu telah memupuk rasa percaya diri yang berlebihan hingga seringkali membuat anda lupa menghiasi hati anda dengan kelembutan, kebersahajaan, dan keimanan.
Eksis lah dengan kemampuan yang sesuai dengan jati dirimu
Eksis dengan ilmu yang kamu miliki tentunya akan bermanfaat bagi lingkunganmu
Eksis dengan kesantunanmu, kelak akan merubah yang buruk menjadi lebih santun
Hilangkan rasa tidak percaya diri bila anda tidak dapat mengikuti gaya hidup orang lain atau kelompok yang sedang anda ikuti saat ini
Hilangkan rasa takut karena dicecar , malu dan tersisih karena anda tidak mau mengikuti gaya hidup mereka
Hidup bersahaja akan jauh lebih tenang, nikmat dan santun bagi sekeliling kita
Ketika anda ingin eksis layaknya sosialita yang sedang berkelebat di depan mata, sebenarnya suatu hal yang wajar bila anda harus :
1. Berpenghasilan besar sehingga anda bisa menghidupi gaya hidup nongkrong dari café ke café , dari resto ke resto atau dari hotel ke hotel (bintang lima ya !!). harus siap traktir sana, traktir sini, belanja dagangan teman karena bila tidak anda bisa-bisa dimusuhi #loh kok
2. Berselera tinggi. Why….ketika anda ingin eksis, wajar bila beberapa kali pertemuan menggunakan aturan dresscode yang tentunya mengikat bagi semua anggotanya. Bila anda mencari pernak-pernik pelengkap dresscode mulai dari ujung kaki hingga kepala masih diwarnai keinginan membeli barang “SALE”, maka buang jauh-jauh keinginan menjadi sosialita. Mau eksis kok cari barang sale ?
3. Bahasa tubuh dan sikap yang berkelas. Mau disebut sosialita tapi saat ngumpul ketawa ketiwi “ngakak” #eh ngga ada control? Euww…rugi lah. Mau disebut sosialita tapi saat dapat giliran berbicara didepan teman se-eksis malah milih ngacir karena ngga pede lah, takut lah atau memang tidak bisa. Mau disebut sosialita namun ketika emosi terpancing hanya karena masalah sepele, lalu anda bebas sekehendak hati bersikap, marah , memaki-maki bahkan kadang justru brutal merusak atau yang paling ringan lah gejolak emosi untuk membully teman se-eksisan karena tidak mampu mengikuti gaya hidup yang ditetapkan dan pada akhirnya memusuhinya. Euuhhh…bocah banget itu mah
4. Berwawasan luas. Why…sosialita tak hanya berkegiatan arisan atau belanja belanji bareng ya. Ngga rame banget! Otak kita tumpul di tempat dan sangat merugi bila saat ngumpul ala-ala sosialita , seringkali kita ngga nyambung dengan topik pembicaraan dengan sesama sosialita. Ya iyalah, masa kita Cuma ikut ketawa ketiwi doang, makan-makan bareng, namun tidak memiliki topic percakapan yang berkualitas untuk didiskusikan. Mutlak bagi sosialita “beneran” untuk mengunduh berbagai macam pengetahuan sehingga ketika kita diajak ngobrol A – Z tetap bisa nyambung.
So kembali lagi pada diri kita….
Mampukah eksis atau hanya sok eksis?

Jumat, 16 Juni 2017

Mudik, lepas penat dimana?




Yang tak terhindarkan ketika melakukan perjalanan mudik dengan mengendarai kendaraan bermotor pribadi adalah rasa lelah. Entah itu rasa kantuk, penat, yang bercampur haus karena suhu udara yang kurang bersahabat selama melakukan perjalanan mudik. Baik anda yang memilih untuk melakukan perjalanan mudik siang atau malam tentunya harus memperhatikan alarm biologis tubuh untuk beristirahat. Dengan demikian kecelakaan selama masa mudik dapat diantisipasi dengan menurunkan angka kelelahan pengendara. Mengapa? Kelelahan selama mengendarai kendaraan bermotor tentunya akan menurunkan angka konsentrasi. Reflek untuk menghindar dan mengantisipasi bahaya di jalan tentunya akan lambat sehingga bisa saja membahayakan jiwa anda sekeluarga dalam kendaraan mudik bahkan membahayakan jiwa orang lain. Untuk itu sepanjang perjalanan, setelah 3-4 jam mengendarai kendaraan bermotor, sebaiknya anda meluangkan waktu untuk beristirahat sejenak di rest area. “tidur-tidur ayam” atau bahkan tidur sejenak barang 1 jam bisa cukup untuk menghilangkan kelelahan dan meningkatkan konsentrasi selama perjalanan. Lalu dimana saja anda dapat memberhentikan kendaraan dan beristirahat?
1.       Masjid/tempat ibadah
Selama musim mudik dan balik, masjid menjadi pilihan bagi pemudik motor atau mobil untuk beristirahat. Selain untuk menunaikan ibadah, istirahat, atau sekedar mengisi perut para musafir, biasanya masjid saat musim mudik tersedia air cukup dan memiliki halaman yang cukup aman untuk parkir mobil atau anak-anak bermain di halaman.

2.       Sekolah
Bila anda melalui jalur mudik/balik pantura , maka sepanjang perjalanan akan menemui banyak sekolah yang memiliki halaman cukup luas untuk parkir kendaraan. Disana juga biasanya akan tersedia sewa tikar untuk sekedar ‘selonjoran’, toilet, kantin bahkan tukang pijit pun juga ada. sama halnya dengan masjid, sekolah yang berhalaman luas tentunya relatif aman untuk parkir kendaraan dan melepaskan anak-anak bermain sehingga penatnya hilang.

3.       Rest area jalan tol
Pada rest area jalan tol yang telah disediakan oleh pengelola jalan tol tentunya telah dilengkapi oleh rumah ibadah (mushalla/masjid), toilet dan kantin. Sama hal nya apabila kita berhenti di masjid dan sekolah , maka kita mendapati kantin dan tukang pijat, namun perlu anda ketahui, disini kita tidak dapat berlama-lama. Idealnya 30 menit berhenti maka anda harus segera melanjutkan perjalanan agar pengguna jalan tol lainnya dapat menggunakan rest area jalan tol pula. Jangan sampai terjadi seperti tahun 2016 dimana rest area jalan tol palikanci hingga brexit dipenuhi oleh pemudik yang berlama-lama di sana sehingga pemudik lainnya harus menghentikan kendaraannya di sepanjang bahu jalan tol untuk beristirahat. Selain mengancam jiwa anda sekeluarga hal tersebut juga membahayakan jiwa orang lain dan tentunya MACET

4.       Jembatan timbang
Di area jembatan timbang biasanya relative sepi karena fasilitasnya yang terbatas. Misalnya toilet yang tersedia hanya 2-3 pintu, kantin yang kurang variatif bahkan dari pengalaman saya ber-mudik selama hampir 10 tahunan, tak jarang musholla nya kehabisan air. Namun , bila anda memang benar-benar lelah. Segera belokkan kendaraan anda ke area rest area jembatan timbang. Jangan tunggu lelah sangat mendera sehingga kantuk dan celaka yang menghadang.  

5.       Restoran, tempat makan
Sambil mengisi perut. (meski masih masuk bulan ramadhan, para musafir, pemudik memilih untuk tidak berpuasa dengan tujuan untuk menjaga stamina) tentunya di area ini anda dapat beristirahat sejenak. Mata yang “spanneng” karena melihat kendaraan dan kendaraan, dapat beristirahat . tak hanya mengisi perut, anda juga dapat beristirahat sejenak , meluruskan punggung di area-area yang biasanya telah disediakan oleh pemilik rumah makan. Disini pula tak jarang anda dapat pula menunaikan ibadah .

6.       Rumah warga
Halaman rumah warga yang luas biasanya akan dibuka bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk melepas lelah di teras rumah yang disediakan warga. Fasilitas disini tentunya terbatas karena memang hanya menyediakan halaman sebagai tempat parkir kendaraan sembari pemiliknya beristirahat / memejamkan mata.

7.       Hotel
Ini pilihan terakhir  saya bila bermudik dari bandung ke Malang yang menempuh jarak 1100 km-an. Biasanya saya akan menghentikan kendaraan di tengah perjalanan antara bandung –malang ketika senja telah terlihat. Tempat favorit saya sih Kudus dan selama Ini memang selalu memilih bermalam di kudus dimana banyak hotel yang cukup bersahabat untuk pemudik yang membawa keluarga baik dari segi harga maupun fasilitas. Istirahat semalam untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya jauh lebih aman untuk menjaga stamina. Bagaimana dengan anda? Bila memungkinkan juga dapat memilih cara saya ini. Anggaplah mudik ini rekreasi, dibawa bahagia, alhasil kelelahan berat sirna dan kita tetap segar tiba di rumah sanak saudara. 

Jumat, 09 Juni 2017

Aku ingin (anakku) sukses



1 bulan  ini mungkin ada di antara kita sebagai orang tua sempat disibukkan dengan ulangan, ujian, atau penilaian akhir semester/sekolah dari anak-anak kita
Mungkin ada diantara anda menaruh harapan agar anak mendapatkan nilai terbaik di antara teman-temannya (sehingga) ada dapat menjadikan anak anda sendiri sebagai komoditi kebanggaan diri
Wajar, bila sebagai orangtua berharap agar anak-anak kita memiliki prestasi yang sangat baik dibandingkan lainnya dengan persepsi bahwa nilai akademik saat ini akan berpengaruh dan menentukan kesuksesan  anak melanjutkan jenjang yang lebih tinggi
Namun apa jadinya bila hanya karena harapan anda, anak menjadi hilang kepercayaan diri karena akhirnya nilai yang didapat tidak sesuai harapan anda
Sayapun tidak memungkiri memiliki harapan yang sama terhadap anak
Saya ingin memiliki anak yang berprestasi
Tapi apa jadinya bila kepercayaan dirinya hilang
Ada satu kalimat yang seringkali saya singgung saat anak menghadapi ujian atau kesulitan lainnya
“Bunda berharap agar kakak memiliki keinginan untuk tetap berusaha, tekun, jujur dan percaya bahwa Allah selalu mendampingi”
Apa yang terjadi ketika beberapa waktu lalu , kakak mendapatkan nilai 60 untuk satu mata pelajarannya?
Jelas dalam hati saya kecewa. Namun semua saya tepis. Ia sudah berusaha. Ia sudah mau belajar. Dan ia sudah mau jujur. Saya hanya mampu berkata, “ asal kakak mau memperbaiki, mau tetap berusaha dan jujur”
“ iya Bun. Aku sudah usaha tapi aku  paling nggak suka kalau saat ulangan ada yang saling Tanya jawaban soal , contek-contekan gitu, Bun”
Weeewww…..kalau seusia anak kelas 3 SD saja doyan nyontek, bagaimana nanti bila menjadi abdi Negara? Orangtua mana sih yang tidak ingin memiliki anak yang pintar hingga bisa menraih peringkat satu atau minimal 5 besar ? kalaupun anak kita belum mampu mencapainya mengapa harus menekan dan memaksakan anak untuk mewujudkan impian kita? Saya hanya beranggapan bahwa kelak orang-orang yang mau berusaha, tekun dan jujur bisa survive menjadi seseorang yang layak menjadi panutan sehingga mampu bertanggung jawab atas perilakunya di tengah-tengah masyarakat. Kejujuran yang ditanamkan dengan pondasi yang kuat akan membangun tanggung jawab bahwa apa yang ia lakukan tak hanya untuk dirinya, namun juga orangtua, keluarga besar, masyarakat dan tentunya Allah . perlahan namun pasti kepercayaan dirinya akan tumbuh sehingga keinginan berprestasi itu tumbuh dari dirinya sendiri, dengan demikian anak tentunya mau berpikir atas apa yang dilakukannya, mengasah kesadaran atas konsekuensi yang dilakukannya sehingga mampu mencari dan memilih dari berbagai solusi-solusi masalah yang dihadapinya. Namun, satu yang penting ya Mom, Pap….tetap dampingi mereka membangun impiannya ya…
Kejujuran dan tanggungjawab layak menjadi satu tolok ukur kesuksesan seorang anak ya mam, Pap..

Sabtu, 03 Juni 2017

4 Tips mudik bersama anak dengan kendaraan pribadi

sumber : koleksi pribadi-mudik 2016


Ramadhan telah dilalui beberapa hari, tentunya anda dan perantau sudah membayangkan untuk mudik, tradisi pulang ke kampung halaman saat hari raya idul fitri di Indonesia. Berkumpul dengan keluarga di kampung halaman tentunya menjadi momen yang dinantikan.. Nyaman, lancar dan selamat mulai dari pergi mudik hingga kembali ke tanah rantau tentunya menjadi harapan dari pemudik. Mudik dengan angkutan umum banyak dipilih oleh para pemudik agar bisa tiba di kampung halaman, namun tidak sedikit pemudik yang juga memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi sebagai sarana menuju kampung halaman. Meski ada banyak hal yang “katanya” jauh lebih beresiko seperti menghadapi kemacetan, kelelahan, nyasar karena masih belum hafal rute mudik atau bahkan menghadapi hambatan di perjalanan karena kondisi kendaraan yang kurang fit. Lalu, bagaimana strategi yang harus dimiliki oleh pemudik sehingga dapat tiba di kampung halaman dan kembali lagi ke tanah rantau dengan nyaman, aman dan selamat? Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh pemudik untuk berangkat ke kampung halaman, berikut 4 tips yang harus anda cermati saat memilih mudik dengan kendaraan pribadi

1.       Siapkan kendaraan anda agar “siap Mudik”
Jantung dari mudik dengan kendaraan pribadi adalah menjaga “kesehatan” kendaraan apalagi bila jarak yang harus ditempuh kendaraan cukup jauh. Apa saja yang harus anda cek ulang ?
-          Ganti pelumas mesin
Kondisi mesin yang telah diganti pelumas mesin menjelang keberangkatan mudik tentunya akan berbeda dengan mesin yang tidak digantikan pelumas mesinnya karena mesin akan mudah panas karena semakin lama usia pelumas maka akan semakin tinggi tingkat kekentalannya yang akan berpengaruh pada kinerja mesin
-          Cek pengereman
Jangan abaikan pemeriksaan pengereman sebagai bagian vital dari kendaraan. Tak jarang terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa dan harta hanya karena mengabaikan kondisi rem kendaraan pribadi
-          Cek mesin (tune up), ganti busi kendaraan
Ingin meningkatkan kinerja mesin jauh lebih baik saat mudik? Lakukan tune up!
Pembakaran  yang optimal, nyaman akan jauh dapat dijamin bila anda memperhatikan perawatan mesin termasuk busi yang rutin diganti tiap tahun atau per 20000 km.
-          Isi BBM dalam kondisi Full
Dari pengalaman mudik di tahun 2014 dan 2016 yang sempat mengakibatkan kemacetan panjang, kami (saya dan suami) banyak belajar bahwa antisipasi terhadap langkanya pasokan bahan bakar sangat penting. Yah, logikanya dalam kondisi macet mudik, maka kendaraan yang mendistribusikan BBM tentunya akan terhambat mengirimkan pasokan BBM karena terjebak macet pula, sedangkan jumlah kendaraan yang membutuhkan BBM berkali-kali lipat jumlahnya dari hari biasanya. Alhamdulillah di tahun 2014 dan 2016 kemarin, kami tidak mengalami yang namanya kehabisan BBM di tengah perjalanan meski terjebak selama 2 hari 2 malam di tol Palikanci hingga jalur pantura pekalongan. Namun…..jangan isi BBM sampai meluber ya…
-          Cek lampu-lampu
Anda melakukan perjalanan di siang hari dan mengabaikan kerusakan pada salah satu panel lampu. Anda salah! Melakukan perjalanan di siang hari atau malam hari, pengecekan lampu-lampu tentunya menjadi hal mutlak keselamatan berkendara
-          Cek air pendingin
Waahhh….tidak sedikit kendaraan saat mudik harus menepikan kendaraan karena mengabaikan pemeriksaan air pendingin. Selain memakan waktu mudik jauh lebih panjang habis di perjalanan, anda tentunya akan merasa tidak nyaman karena berarti waktu yang dihabiskan di perjalanan darat jauh lebih panjang.
-          Cek kondisi ban
Untuk anda pengguna kendaraan pribadi yang melakukan perjalanan jauh, menggunakan ban yang diisi tekanan angin nitrogen akan jauh meringankan pekerjaan ban dalam menumpu berat kendaraan, apalagi saat ini jalur tol lintas jawa sudah nyaris dapat digunakan hampir 1/2nya. Kondisi ini menyebabkan ban harus bekerja lebih berat karena putaran ban yang semakin panjang/banyak, pengereman, suhu muka jalan tol/jalan yang meningkat akan membuat ban panas. Dengan menggunakan nitrogen maka laju ban akan terasa ringan dan dingin (sst …ini bukan ngiklan nitrogen ya). Jangan lupa, cek juga kondisi ban cadangan. Ada banyak kejadian ketika ban utama kempis dan akan menggunakan ban cadangan, ternyata yang terjadi  adalah ban cadangan juga kempes. Bersiaplah berpanas-panasan atau bermalam di jalanan hingga ban dikembangkan kembali.
-          Cek peralatan kendaraan
Jangan asal berangkat dan mobil terlihat sehat lalu anda melupakan membawa peralatan kendaraan seperti dongkrak, lampu emergency, segitiga pengaman atau mini rubbercone,  kunci-kunci, cadangan air pendingin, lap mobil bahkan lampu cadangan. Dari pengalaman bermudik saya selama 10 tahunan, hal remeh seperti peniti, kawat, karet , gunting, kunci pas dan lampu emergency amat membantu ketika terjadi gangguan kendaraan di perjalanan mudik.
-          Cek ketersediaan baterai (accu) kendaraan
Sebelum jadwal mudik tiba, cek accu mobil ke bengkel sehingga perjalanan anda lebih nyaman tanpa harus diganggu oleh accu soak sehingga kelistrikan kendaraan terganggu bahkan tidak menyala sama sekali
-          Cek ketersediaan cadangan baterai handphone melalui charger mobil
Saat ini charger mobil menjadi sangat penting karena digunakan sebagai pengisi cadangan baterai handphone atau GPS . dengan demikian anda tidak khawatir kehabisan baterai handphone selama perjalanan dan tetap dapat memantau jalur perjalanan melalui GPS apalagi bagi pemudik yang masih baru dan belum hafal jalur mudik.
-          cek ketersediaan kartu tol
bila anda menggunakan tol menuju kampung halaman, ada baiknya anda memiliki kartu e-toll. Transaksi lebih cepat dan membantu pemerintah dalam mengatasi kemacetan di pintu tol. Dan, biasanya setiap mudik idul fitri tiba, pengguna kartu e-toll akan mendapatkan diskon pembayaran dibandingkan melakukan transaksi tol secara tunai. Ho ho namanya emak-emak teteuplah nyari diskonan meski di tol. 

2.       Siapkan diri anda dan keluarga agar “siap Mudik”
“siap Mudik” disini berarti anda dan keluarga yang akan melakukan perjalanan mudik harus dalam kondisi sehat. Asupan vitamin, makanan dan air selama perjalanan harus memadai. Idealnya setelah menempuh 4 jam perjalanan, maka pemudik dan tentunya satu keharusan bagi sopir untuk beristirahat sejenak. Jangan abaikan hal ini! Kelelahan dan kantuk yang mendera akan menurunkan konsentrasi sehingga pada akhirnya akan memicu kecelakaan. Lebih baik terlambat tiba di kampung halaman daripada anda memaksakan diri untuk mengendarai kendaraan tanpa istirahat namun berujung celaka. Hal ini tak hanya berlaku bagi sopir, namun kondisi penumpang juga patut diperhatikan, utamanya bagi pemudik yang membawa anak anak. Buatlah kendaraan mudik senyaman mungkin. Membawa bantal, mainan anak, CD film dan lagu anak (bila di kendaraan terdapat TV) bahkan selimut saya jabanin demi kenyamanan anak. Sedikit ribet namun bila anak kelelahan dan mengantuk , maka ia bisa tidur menggunakan bantal dan selimut yang telah kita sediakan. Jika memungkinkan , gunakan kaca film berkualitas non UV atau pasanglah tirai di jendela karena suhu saat perjalanan mudik tentunya akan naik seiring bertambahnya jumlah kendaraan di jalanan yang melakukan mudik juga. Sebaiknya jangan pernah meletakkan anak-anak duduk di baris depan kendaraan bila melakukan perjalanan jauh, karena apabila mereka rewel atau sekedar minta makan atau minum, justru akan mengganggu konsentrasi dari pengemudi. Bagi anda yang membawa balita, ada baiknya anda menyediakan car seat dan memasangnya di baris kedua kendaraan demi keselamatan anak. Selain itu anda yang membawa anak harus mengantisipasi apabila anak mengalami mabuk perjalanan. Sejak 4 tahun yang lalu, setiap melakukan perjalanan mudik, saya selalu memasang Koran bekas di pijakan kaki dan beberapa kantung plastik yang digantung di sisi kanan kiri pintu atau belakang jok kursi. Selain untuk berjaga-jaga anak mengalami mabuk kendaraan, kotoran yang berasal dari sisa-sisa makanan anak dapat dibuang dengan mudah hanya dengan mengangkat Koran bekas yang sudah kotor dan menggantinya dengan yang bersih. Alhasil mobil bersih dan nyaman. Selain itu usahakan penumpang dalam kendaraan mudik anda tidak berdesak-desakan. Hoooohh….beberapa tahun mudik saya menyaksikan sendiri ada banyak kendaraan mudik keluarga yang memaksakan 5 orang duduk dalam 1 baris yang seharusnya hanya dapat ditempati 3 orang. Selain tidak nyaman, hal ini akan mengancam jiwa dari penumpang lainnya, karena kapasitas yang melewati batas tentunya akan mempengaruhi kinerja dan keseimbangan kendaraan di jalan raya. 
sumber : koleksi pribadi

Nah yang tidak boleh terlupa , agar perjalanan anda nyaman, selain membawa dana non tunai, maka sebaiknya anda memiliki uang tunai dalam jumlah secukupnya , sehingga ketika akan membayar toilet umum, makan atau sekedar jajan, maka pemudik tidak kesulitan dan panik mencari ATM. Simpan pada tempat yang aman dan mudah dijangkau sehingga cepat tersedia saat dibutuhkan namun tidak memancing kejahatan. 


3.       Sediakan obat-obatan, alat ibadah, baju ganti dan logistik yang cukup
sumber : nuqtoh.com
Jangan abaikan tidak menyediakan obat-obatan saat mudik dengan pemikiran toh banyak toko franchise sepanjang perjalanan. Pada prakteknya kita akan kesulitan mencari obat saat mudik meski banyak toko franchise sepanjang perjalanan apalagi bagi anda yang membawa anak. Sediakan saja obat-obatan dalam jumlah secukupnya seperti minyak kayu putih, jamu tolak angin, cairan antiseptic, cairan pencuci tangan anti kuman, kotak P3k lengkap dan obat-obatan lain yang biasa dikonsumsi anda sekeluarga. Letakkan obat-obatan tersebut pada area yang mudah dijangkau sehingga saat dibutuhkan tidak akan membutuhkan banyak gerakan yang dapat mengganggu konsentrasi pengemudi. Saya sedikit bercerita mengenai gunanya membawa cairan antiseptic. Sepanjang perjalanan mungkin ada diantara anggota keluarga dalam 1 kendaraan membutuhkan toilet umum untuk buang air kecil atau buang air besar. Toilet umum sepanjang perjalanan tentunya telah digunakan banyak orang (ratusan mungkin ribuan) , kuman-kuman tentunya telah bercampur aduk di dalamnya. Saya akan jauh merasa aman bila telah menyemprotkan cairan antiseptic/ memberikan beberapa tetes cairan antiseptic pada air di toilet umum. Selain obat-obatan sebaiknya pemudik menyediakan makanan dan minuman secukupnya sesuai dengan jumlah perkiraan waktu mulai dari keberangkatan hingga mencapai tujuan. Sekedar sharing saja, dari tahun ke tahun saya selalu membawa air mineral 1 galon untuk mengantisipasi dehidrasi selama perjalanan pulang pergi mudik. Selain itu sebaiknya pemudik menyediakan makanan kecil atau makanan kesukaan anak sehingga dapat mengantisipasi apabila kita tidak dapat berhenti memenuhi keinginan anak membeli makanan di sepanjang perjalanan.
sumber : food.detik.com
 Tak hanya itu, saya juga membawa bekal nasi dan lauk siap saji (rendang kering atau kering tempe) yang diletakkan dalam termos kecil dan beberapa onigiri (nasi kepal dengan isian ikan, daging atau abon) yang tentunya lebih praktis saat dibutuhkan. Karena saya melakukan perjalanan cukup jauh >1000km dari bandung ke malang, maka selama perjalanan mudik saya tidak berpuasa untuk menjaga kondisi tubuh. Dan perlengkapan membuat kopi panas atau teh panas. Hahaha…ribet sih bawa termos air panas dan 3 gelas bertutup yang menyimpan panas pula. Tapi, ah….daripada saya harus naik turun ketika anak dan suami membutuhkan kopi, susu atau teh, ya saya jabanin. Dan …ternyata ini tak hanya dilakukan oleh saya saja, karena ketika kami sekeluarga terjebak macet brexit tahun 2016 lalu, pemudik lainnya pun banyak melakukan hal yang sama, bahkan jauh lebih heboh dengan membawa termos nasi berukuran besar. Amazing sekali ketika kita menemukan keluarga disaat mudik dengan memperhatikan hal yang dianggap remeh, 2 hari 2 malam terjebak macet di tol brexit, bisa berbagi logistic dengan pemudik yang berpuasa dan tidak menemukan penjual makanan satupun di sepanjang jalan serta jauh dari rest area.
Tak hanya menyediakan obat-obatan dan kebutuhan logistic yang cukup. Menyediakan baju ganti sepanjang pada satu tas tersendiri juga patut dipertimbangkan. Tak jarang baju kena muntahan anak, berkeringat karena mau tidak mau AC harus dimatikan ketika kendaraan terjebak macet total dalam jangka waktu lama sementara tak ingin kehabisan BBM di tengah perjalanan. Selama ini selain saya membawa baju ganti untuk di kampung halaman, saya juga memisahkan satu tas yang berisi khusus baju ganti suami, anak dan saya sendiri serta peralatan mandi di satu tas tersendiri masing masing 1 stel dan khusus anak 3 stel. Hal ini sangat menguntungkan sehingga ketika membutuhkannya, kita tak perlu membongkar bagasi karena tas yang berisi baju ganti ini berukuran mini.
Yang tak kalah pentingnya adalah menyediakan alat ibadah yang diletakkan pada area yang mudah dijangkau. Buat kami menggunakan alat ibadah sendiri jauh lebih nyaman karena tak jarang, alat ibadah yang tersedia di masjid / musholla sepanjang perjalanan kotor dan berbau…(hmmm)

4.       Safety driving
Pastikan pengemudi memiliki surat ijin mengemudi , menguasai medan, menguasai kondisi kendaraan dan tidak mengantuk. Selain itu pengemudi hendaknya memiliki control penuh atas pintu dan jendela, terutama apabila pemudik membawa serta anak. Aktifkan child lock dan pastikan semua dapat bekerja dengan baik sebelum mudik. Pengemudi dan pengemudi cadangan (uuhh…itu mah saya, wajib mengetahui nomor penting seperti Derek, no polisi, bantuan Tol dan keluarga yang dapat dihubungi, sehingga apabila dibutuhkan, akan jauh lebih cepat menghubunginya, eh tapi jangan sampai karena hal ini pengemudi tergantung sekali pada handphone sehingga sedikit-sedikit menengok handphone yang pada akhirnya menurunkan konsentrasi mengemudi). Wajib bagi pengemudi dan penumpang untuk menggunakan sabuk keselamatan sehingga bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akan dapat meminimalisir cedera. Nah, selain itu pengemudi juga wajib menjaga batas kecepatan kendaraan, mematuhi batas kecepatan, aturan lalu lintas dan menjaga konsentrasi akan dapat membantu anda terhindar dari kecelakaan. Semakin banyak jumlah penumpang dan bawaan yang dibawa , maka akan berpengaruh pada kecepatan maksimal yang harus anda patuhi, sehingga batasi bobot bawaan kendaraan baik penumpang ataupung barang sehingga tidak melebihi kapasitas aman kendaraan.
Baik bagi pengemudi maupun penumpang Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Jangan abaikan untuk berhenti di rest area atau area aman lainnya seperti masjid atau restoran hanya sekedar melemaskan otot otot punggung , kaki dan tangan yang bekerja selama mengemudi.  Jika perlu bawalah tikar atau karpet plastik yang dapat digunakan saat berhenti di rest area untuk tidur barang 1-2 jam dan anakpun bisa ikut bermain sehingga tidak merasa kelelahan sangat. 

sumber : setkab.go.id


Yang terakhir ……SABAR
Siapa sih pemudik yang tidak ingin cepat sampai di kampung halaman?
Semua memiliki rasa yang sama, namun saat mudik, turunkan ego, bersiaplah menghadapi macet dan karakter pengemudi kendaraan lain yang berbeda beda dengan SABAR.
Yang penting selamat dan dapat bertemu keluarga yang dirindukan di kampung halaman.
Selamat mudik ya…

eksis or sok eksis, sosialita or soksialita

Belajar dari kasus pembunuhan karyawan BNN di Lido, selayaknyalah kita harus introspeksi diri. Benar-benar bertanya dan menjawab dengan ju...